MASJID BAITUL MAKMUR: Persyarikatan
Showing posts with label Persyarikatan. Show all posts
Showing posts with label Persyarikatan. Show all posts

Saturday, April 8, 2023

Perpanjangan Waktu Pendaftaran Lomba Tahfidzul Qur'an



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Puji Syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia NYA, sehingga kita dapat menunaikan ibadah Puasa Ramadhan 1444 H. 

Dengan tidak mengurangi rasa hormat, berkaitan dengan kegiatan Semarak Ramadhan 1444 H Masjid Baitul Makmur Ambokembang Kedungwuni Pekalongan khususnya terkait Lomba Tahfidzul Qur'an dengan ini kami sampaikan perubahan atau perpanjangan masa pendaftaran sampai dengan 14 April 2023 dan untuk pelaksanaan lomba tanggal 15 April 2023

Demikian atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapan kan terimakasih. 

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh


Tertanda

Panitia Semarak Ramadhan

Tuesday, February 21, 2023

Dihadiri 1.200 Kader, Ini Agenda Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-18 di Balikpapan

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BALIKPAPAN – Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-XVIII di Balikpapan, Kalimantan Timur diselenggarakan selama empat hari dari Selasa, 21 Februari 2023 sampai Jumat, 24 Februari 2023.

Agenda Muktamar adalah merumuskan agenda strategis keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan semesta serta memilih kepemimpinan baru periode lima tahun ke depan.

Membawa tema “Pemuda Negarawan, Harmoni Memajukan Indonesia”, ada 38 bakal calon Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah yang sudah mendaftar dan telah mendapatkan rekomendasi 5 Pimpinan Wilayah.

“Ada 38 calon formatur dari seleksi administrasi, namun ada sebagian yang mengundurkan diri. Karena semua memiliki potensi kandidat ada 36 orang sekarang semua 36 ini berpotensi menjadi Ketua Umum,” jelas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Cak Nanto dalam konferensi pers di Balikpapan, Senin (20/2).

Di Muktamar ini, hadir sekira 1.200 kader Pemuda Muhammadiyah yang terdiri dari 112 Pengurus Pimpinan Daerah dari 34 propinsi, 512 kabupaten dan kota.

“Sudah kami siapkan semua akomodasi untuk para peserta dan pendukung di 5 hotel di Balikpapan,” kata Cak Nanto.

Untuk agenda Muktamar sendiri, dimulai dengan pembukaan Tanwir Pra Muktamar pada Selasa (21/2). Selain itu ada Pleno I Tanwir terkait tata tertib, penetapan calon formatur, dan penetapan kepesertaan. Di sore hari digelar penutupan Tanwir Pra Muktamar digelar.

Pada hari Rabu (22/2) pagi akan dilanjutkan sidang Pleno IV terkait pemilihan formatur PP Pemuda Muhammadiyah. Bakda Dzuhur, Muktamar secara resmi akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir beserta Gubernur Kaltim, Isran Noor dijadwalkan hadir. Malam hari digelar gala dinner dengan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Memasuki hari ketiga, Kamis (23/2), agenda Muktamar adalah melanjutkan sidang Pleno V terkait-Rapat Formatur untuk penentuan Ketua Umum & Sekretaris Jendral PP Pemuda Muhammadiyah periode 2022-2026.

Menjelang siang, digelar seminar nasional Menggagas Indonesia Baru bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo beserta Ketua Umum KADIN Indonesia, M. Arsjad Rasjid.

Penutupan Muktamar sendiri akan dilaksanakan dengan pembacaan keputusan Induk Muktamar ke-18 oleh presidium sidang. Selain itu ada sambutan-sambutan antara lain Ketua Umum Demisioner Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Cak Nanto, Ketua Umum Terpilih Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2022-2026, dan amanat Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus menutup Muktamar XVIII Pemuda Muhammadiyah melalui Sekretaris Umum, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, MA. (afn)

Thursday, February 16, 2023

Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Menjelang Bulan Suci Ramadan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA— Kurang dari enam minggu lagi Bulan Ramadan yang penuh kebaikan akan datang. Bulan penuh ampunan, rahmat, maghfirah dan keberkahan akan menghampiri dan menjadi incaran setiap orang beriman. Segala daya upaya akan dipersiapkan guna menyambut tamu agung bulan mulia ini. Jangan sampai Bulan Rajab dan dan Sya’ban berlalu tanpa mempersiapkan Ramadan.

Ramadan tahun ini, tekad kita mesti lebih baik daripada Ramadan tahun lalu. Dalam buku Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan yang diterbitkan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, disebutkan beberapa poin persiapan menuju Ramadan Karim sebagai berikut:

  1. Dituntunkan agar setiap Muslim dan Muslimah mempersiapkan diri pribadi baik secara lahir maupun batin, dan memperbanyak melakukan puasa sunat di bulan Sya‘ban, berdasarkan hadits Nabi Muhammad saw: “Dari ‘Aisyah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: … Saya tidak pernah melihat Rasulullah saw berpuasa sebulan penuh selain bulan Ramadan. Juga saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa kecuali di bulan Sya‘ban.” [Muttafaq ‘Alaih].
  2. Melakukan pengkondisian Ramadan pada bulan Sya‘ban di lingkungan masyarakat, rumah dan masjid-masjid dengan memperbanyak informasi dan kajian tentang Tuntunan Ibadah Ramadan.
  3. Mempersiapkan sarana dan prasarana kegiatan di bulan Ramadan, seperti sound system yang memadai, mempersiapkan dan membersihkan tempat wudhu, air wudhu, kotakkotak infaq, peralatan ta‘jil, dan lain-lain.
  4. Kebersihan, baik di dalam masjid maupun di lingkungan sekitarnya.
  5. Pengaturan shaf dan keamanan.
  6. Jadwal mu’adzin, imam, penceramah dan penjemputannya.
  7. Menyiapkan jadwal kegiatan seperti kajiankajian, TPA, bakti sosial, dll.
  8. Mempersiapkan tempat shalat ‘Idul Fitri, Imam/Khatib dan penjemputannya.
  9. Membentuk ‘Amil Zakat, untuk memungut dan membagikannya serta mempersiapkan peralatannya.

Resmikan Perguruan Muhammadiyah Mimika, Haedar Nashir Tegaskan Jati Diri Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MIMIKA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan bahwa spirit Muhammadiyah adalah berkolaborasi bersama semua kelompok untuk menerjemahkan inti ajaran Islam, yaitu rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil-‘alamin).
Hal tersebut salah satunya ditunjukkan dengan diresmikannya Perguruan Muhammadiyah Mimika pada Kamis (16/2). Menurut Haedar, pendirian Perguruan ini beserta seluruh amal usaha Muhammadiyah di manapun ditujukan untuk menghadirkan nilai utama (Al-qimmah al-fadhilah).
“Saya hadir di sini untuk meresmikan gedung Perguruan Muhammadiyah yang tadi dilaporkan sedemikian rupa perjuangannya dengan semangat kebersamaan dari saudara-saudara kami. Sehingga motto dengan bersatu dan bersaudara kita membangun, itulah semangat spirit Muhammadiyah dan itulah spirit Islam,” tegasnya.
Dalam sambutan peresmian ini, Haedar mengatakan jika Muhammadiyah merawat tradisi Islam untuk menghadirkan peradaban dan masyarakat maju yang berasaskan ilmu serta menebar rahmat sebagaimana yang telah dibangun oleh para ulama Islam di masa awal seperti Al-Khawarizmi, Ibn Sina, Al-Jabbar, dan yang lainnya.
“Maka di bumi manapun Islam hadir, di Papua, di seluruh negeri di Indonesia tercinta bahkan di Eropa, Amerika dan lainnya, sejatinya Islam itu menebar rahmat bagi semesta alam,” kata Haedar.
Di depan pemerintah kabupaten Timika, Haedar pada kesempatan itu juga menegaskan visi inklusif serta kultur taat asas Muhammadiyah dalam berjuang menerjemahkan nilai-nilai utama Islam di atas. Terlebih di wilayah yang plural seperti bumi Papua.
“Begitu juga nilai-nilai agama yang dihadirkan itu memang di satu pihak memberi peneguhan akidah dan ibadah, tapi kita juga menghormati agama dan kepercayaan saudara-saudara kita apapun agamanya dalam prinsip lakum dinukum waliyaddin, bagimu agamamu, bagiku agamaku,” terangnya.
Dalam berjuang, maka Muhammadiyah kata Haedar mengutamakan kerja sama dengan semua pihak sembari berpedoman pada pemaknaan etis benar-salah, baik-buruk, pantas dan tidak pantas.
“Agama mengajarkan agar memperjuangkan kepentingan itu ambil yang benar dan jangan ambil yang salah. Ambil yang baik dan jangan ambil yang buruk. Ambil yang pantas, dan jauhi yang tidak pantas,” pesan Haedar.
“Sering ada penyalahgunaan dalam memperjuangkan kepentingan itu baik atas nama agama, tapi juga atas nama lain seperti ideologi, politik, dan kepentingan-kepentingan lain. Maka agama juga mengajarkan agar kita saling mengenal, saling bekerja sama dalam memperjuangkan itu agar tidak homo homini lupus. Manusia menjadi serigala bagi yang lain. Agar kita tidak memperjuangkan diri dan kelompok sendiri dengan merusak, menghancurkan kepentingan kelompok lain. Di situlah lahir konsep ukhuwah, konsep taaruf,” tutupnya. (afn)

sumber : https://muhammadiyah.or.id/resmikan-perguruan-muhammadiyah-mimika-haedar-nashir-tegaskan-jati-diri-muhammadiyah/

 

Wednesday, January 4, 2023

Tim Kampus Muhammadiyah Ini Raih Juara dalam PIMTANAS 2022



MUHAMMADIYAH.OR.ID, PABELAN – Tim Mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil Medali 1 Emas, 2 Medali Perak, 3 Medali Perunggu, dan 1 Juara Harapan dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Tingkat Nasional (PIMTANAS).

Kepala Bagian Penalaran, Kreativitas, dan Softskill Biro Kemahasiswaan UMS Muhammad Alfatih menyampaikan Tim UMS pada PIMTANAS berhasil merauh prestasi gemilang pada berbagai bidang.

“PIMTANAS ini dilaksanakan pada tanggal 24-25 Desember 2022 lalu, pada tahun ini yang menjadi tuan rumah ada 2 kampus yaitu Universitas Muhammadiyah Makassar dan penyelenggaran penutupannya Universitas Muhammadiyah Boni,” ungkap Alfatih, Selasa, (3/1).

Dia menyampaikan, ajang PIMTANAS pesertanya adalah dari tim PKM yang didanai, tetapi mereka tidak lolos sampai Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), sehingga diwadahi dalam PIMTANAS ini.

“Setelah ada pengumuman dari PIMTANAS, setiap Tim diminta untuk menyiapkan poster, yang kemudian dilakukan pendampingan oleh dosen pembimbing, pengecekan progress sejauh mana setiap tim membuat power poin dan poster yang di upload ke sistem yang digunakan di PIMTANAS,” papar dosen Fakultas Teknik UMS itu.

Menurutnya, dalam mempersiapkan itu dari semua elemen melakukan koordinasi yang cukup intens. Semua menyiapkan dengan sebaik baiknya, mulai dari tingkat program studi, fakultas, universitas maupun timnya sendiri.

“Apresiasi dari universitas terhadap tim-tim yang menang lomba dalam kompetisi, pasti sudah ditentukan di panduan kemahasiswaan. Bahwa bagi mahasiswa yang berprestasi akan diberikan apresiasi sesuai dengan level capaian yang telah diraih. Seperti di PIMTANAS ini, mahasiswa mendapatkan apresiasi tertinggi, karena ada 85 peserta dari 27 PTMA,” jelasnya.

Dia berharap, PIMTANAS ini bisa menginspirasi terutama di tahun 2023, untuk kembali berkreasi untuk menyiapkan proposal PKM untuk pendanaan tahun 2023.  Semua harus mempersiapkan diri dengan matang terutama dalm penyiapan proposal yang akan diajukan, terutama dalam menggali ide ide kreasinya, agar peluang untuk lolos ke PIMNAS lebih tinggi.  Sehingga nanti di tahun 2023 meraih medali di PIMNAS dan PIMTANAS, bisa meraih juga.

Mahasiswa Pendidikan Dokter Niatazya Mumtaz Sagita, menyampaikan timnya mendapat informasi perlombaan tersebut pada awal Desember, kemudian hal-hal yang perlu dipersiapkan seperti poster, laporan akhir, dan power poin.

Niatazya  menyampaikan persiapannya sebetulnya cukup singkat, tetapi tidak membuatnya terbebani karena sebelumnya sudah dipersiapkan.

“Saya berharap untuk ke depannya, semoga saya dan tim bisa mempertahankan atau mengembangkan apa yang sudah di capai sekarang. Selain itu juga manfaat dari penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan untuk penelitian berikutnya,”ungkap nya.

Perolehan tim UMS dalam PIMTANAS tersebut, diantaranya Juara 1 Kategori Poster – PKM RE, Juara 3 Kategori Poster – PKM PM, Juara Harapan Kategori Presentasi – PKM RSH, Juara 2 Kategori Presentasi – PKM RE, Juara 3 Kategori Presentasi – PKM KC, Juara 3 Kategori Presentasi – PKM PM dan Juara 2 Kategori Presentasi – PKM PM.

Saturday, December 31, 2022

Tutorial Pembuatan KTA Muhammadiyah Online

 


SobatMu aktif di Persyarikatan Muhammadiyah tapi belum memiliki Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) dan Nomor Baku Muhammadiyah (NBM)?

Kabar gembira, saat ini SobatMu bisa mendaftar untuk pembuatan KTAM secara online di http://nbm.muhammadiyah.or.id

untuk video tutorialnya bisa di lihat di link berikut : https://youtu.be/5tqd83Y6rIQ

Selamat mencoba ya!

Tutup Tahun 2022, Haedar Nashir Minta Tutup Buku Isu-Isu yang Membuat Pemilu Ngambang


 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA—Menjelang tutup tahun 2022, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir berharap dalam konteks kebangsaan tentang Pemilihan Umum (Pemilu) harus diselenggarakan tepat waktu, dan menjadi Pemilu yang demokratis.

Secara tegas Haedar mengatakan supaya dilakukan ‘tutup buku’ isu-isu yang membuat Pemilu ‘ngambang’, sebaliknya menjelang tutup tahun 2022 ini harus ada kepastian politik sebab akan menciptakan stabilitas terganggu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pasalnya, penyelenggaraan Pemilu 2024 merupakan komitmen yang telah ditetapkan oleh negara, sekaligus rakyat sudah terkondisikan untuk menyambut pesta rakyat tersebut. Jadi semua pihak diharapkan untuk menutup buku isu-isu yang membuat waktu pelaksanaan Pemilu menjadi ngambang.

“Maka siapapun termasuk elite, warga bangsa, dan kelompok-kelompok kebangsaan jika kita memang ingin bangsa dan Negara ini bersatu, komitmen-komitmen yang resmi itu mari kita jaga bersama. Jadi Pemilu 2024 terlaksana sesuai jadwal dan hentikan berbagai macam pernyataan apalagi gerakan yang sifatnya spekulatif,” harap Haedar.

Di acara Media Gathering Tutup Tahun 2022 yang diselenggarakan di Kantor PP Muhammadiyah Jl. Cik Ditiro, No 23. Kota Yogyakarta pada, Kamis (29/12) ini Haedar juga berharap sisa waktu sebelum tahun politik 2024 untuk melakukan pra kondisi, agar isu pembelahan politik tidak terjadi.

Pembelahan politik dari sisa Pemilu sebelumnya, kata Haedar, juga harus tutup buku dari semua pihak. Menurut Guru Besar Sosiologi ini, usaha meredam terjadinya pembelahan politik sebagaimana yang lalu, bisa dilakukan sejak tahun 2023. Dan itu harus dilakukan secara kolektif.

“Dinamika politik dalam perbedaan pilihan politik itu hal yang demokratis dan alamiah, tetapi pembelahan politik yang menjadikan institusi di tubuh bangsa dan Negara itu menjadi terbelah, seakan-akan Pemilu itu sebagai pertaruhan ideologi dan pertarungan berbagai kepentingan yang saling berhadap dan merusak kesatuan bangsa, kita kondisikan di pra agar itu tidak terjadi,” ungkapnya.

Terkait dengan cara, dia menyebutkan supaya semua pihak untuk mulai memproduksi pernyataan dan isu yang berisi energi positif dalam kehidupan kebangsaan. Pemilu 2024 dan Indonesia ke depan tidak mengalami lagi pembelahan politik yang menghadap-hadapkan antar kekuatan bangsa.

“Maka kearifan elite di tubuh bangsa ini, mari kita produksi sikap dan pernyataan dan berbagai narasi, bahkan relasi justru kita menciptakan dinamika bangsa ini menciptakan dinamika politik tetap satu sama lain tetap toleran dalam perbedaan politik. Bahkan tidak jadi masalah siapapun yang berkontestasi,” harap Haedar.

Lebih detail Haedar menyebutkan bahwa, produksi isu-isu dan pernyataan termasuk sikap yang berisi energi positif tidak perlu menunggu 2024, tetapi bisa dimulai pada 1 Januari 2023. Oleh karena itu dibutuhkan jiwa kenegarawanan dari semua pihak, lebih-lebih elite untuk menahan diri.

Rivalitas dalam Pemilu 2024 merupakan suatu yang wajar, apabila masih dalam koridor dan kondisi yang fair. Sehingga ketika siapapun yang menang semua bisa legowo, dan yang kalah juga tidak menjad jatuh diri.

Sumber : https://muhammadiyah.or.id/tutup-tahun-2022-haedar-nashir-minta-tutup-buku-isu-isu-yang-membuat-pemilu-ngambang/

 

Tiga Tata Cara Menjalin Akhlak dengan Allah


 

Dalam QS. An-Nur ayat 51 diterangkan bahwa akhlak seorang hamba kepada Allah SWT berkaitan erat dengan kuatnya keimanan. Semakin ia berakhlak, semakin keimanannya kepada Allah pun kuat. Inilah salah satu ciri seorang hamba yang beriman yang berakhlak di sisi-Nya. Menurut Ali Yusuf, ada tiga hal yang paling utama sebagai bentuk akhlak terhadap Allah.

 

Pertama, takwa (QS. Ali Imran: 102). Takwa merupakan rasa takut kepada Allah sehingga mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Beberapa kali dalam Al Quran, Allah menyeru dengan kalimat perintah, ittaqu-Llah. Selain mengajukan perintah, Allah juga meminta untuk menjalankan takwa semampunya.

 

“Artinya kita ada usaha untuk bertakwa tetapi takwa itu ya semampunya. Mungkin ada takwanya level Nabi, level sahabat, atau takwa yang satu dengan takwa yang lainnya akan berbeda itu tidak mengapa karena memang kemampuannya di situ,” ucap Ali dalam Pengajian Tarjih pada Rabu (28/12).

 

Seseorang yang bertakwa maka berhak baginya mendapatkan beberapa keistimewaan dari Allah, di antaranya: memperoleh sikap furqan (QS. Al Anfal: 29), limpahan berkah (QS. Al A’raf: 96), jalan keluar dari kesulitan (QS. Ath Thalaq: 2), rizki tanpa diduga (QS. Ath Thalaq: 3), dan ampunan dosa (QS. Ath Thalaq: 5).

 

Allah sebenarnya tidak butuh kita tapi kita yang butuh Allah, jadi kita harus selalu mendekat kepada Allah agar Allah juga dekat. Jadi contoh berakhlak kepada Allah diwujudkan dalam bentuk takwa,” tutur Ali.

 

Kedua, cinta dan ridha. Cinta merupakan kesadaran diri, perasaan jiwa dan dorongan hati yang menyebabkan seseorang terpaut hatinya kepada apa yang dicintainya dengan sepenuh hati dan rasa kasih sayang (QS. Al Baqarah: 165). Cinta juga bersumber dari iman (QS. Al Anfal: 2). Konsekuensi cinta kepada Allah adalah dengan mengikuti seluruh rangkaian ajaran Islam yang dibawa Rasul-Nya (QS. Ali Imran: 31). Sementara ridha ialah menerima dengan sepenuh hati segala aturan dan keputusan dari Allah dan Rasul-Nya tanpa penolakan sedikitpun.

 

“Jadi kalau orang mengatakan cinta kepada Allah, belum ada wujudnya, belum disebut cinta. Kemudian juga nanti indikatornya orang cinta kepada Allah contoh tadi salat, maka salatnya harus mengikuti cara Rasullullah. Dan harus sesuai dengan aturan dari Rasulullah. Itulah konsekuensi dari cinta,” terang Ali.

 

Ketiga, tawakal. Menurut Ali, tawakal ialah membebaskan hati dari segala ketergantungan kepada selain Allah dan menyerahkan segala keputusannya kepada Allah. Namun konsepsi tawakal tidaklah sama dengan predistinasi. Dalam Islam, tawakal tidak bersifat pasif melainkan aktif. Artinya, memasrahkan secara totalitas kepada ketetapan Allah, namun disertai dengan usaha yang maksimal. Misalnya, belajar dengan giat sambil memasrahkan segala hasilnya kepada Allah.

 

“Tawakal itu maknanya aktif bukan pasif. Artinya kita juga harus ikut berperan bukan mempasrahkan totalitas tanpa berusaha, bukan itu konsepnya. Karena nanti banyak dalil-dalil yang menunjukkan bahwa tawakal itu sikap aktif,” ucap dosen Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah ini.

sumber : https://muhammadiyah.or.id/tiga-tata-cara-menjalin-akhlak-dengan-allah/

Thursday, December 29, 2022

Khutbah Jumat


 

Untuk Mendekat dan Mendapat Cinta

 Oleh Ilham Lukmanul Hakim

 

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن .فَياَعِبَادَ اللهِ أُصِيْكُمْ وَإَيّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ

Segala puji bagi Allah pemilik langit dan bumi, Dialah Allah Tuhan yang hidup kekal dan terus menerus mengurus makhluknya. Raja segala raja, pemilik hari pembalasan, di mana tidak ada naungan, kecuali naungan-Nya. Kepada Rasulullah Muhammad SAW tercurah shalawat dan salam, lelaki pilihan Allah yang menjadi percontohan terbaik sepanjang zaman, bagi seluruh manusia, di setiap lini kehidupan.

Hendaklah kita bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Mengerjakan perintah dengan segenap kemampuan yang dimiliki, serta menjauhi laranganNya sama sekali.

Hadirin sidang jum’at yang berbahagia

Manusia seluruhnya akan kembali dan dikumpulkan kepada Allah SWT. Diantaranya ada yang mendapat ampunan, rahmat, dan balasan jannatun na’im, dan sebagian lainnya mendapat balasan atas kemaksiatan yang mereka lakukan selama di dunia berupa narun hamiyah. Karena hanya di sisi Allah lah balasan yang lebih baik lagi kekal itu berada, maka tentu setiap hamba ingin mendekat dan dicintai Allah.

Dalam hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, layaknya rembulan di tengah malam, Rasulullah dengan sangat jelas memberikan petunjuk cara mendekat pada Allah, mendapatkan cintanya, serta bagaimana Allah memperlakukan hambanya yang Ia cintai.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ … وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا …

“…dari Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah bersabda, “Allah berfirman; … dan hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan, jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah, maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan …” HR. Bukhari : 6502

Pertama-tama Allah menjelaskan dengan tegas, bahwa satu-satunya cara mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan mengerjakan apa yang telah diwajibkan atas hambanya, bukan dengan jalan lainnya. Apa yang Allah wajibkan itulah yang akan dimintai untuk dipertanggung jawabkan pertama kali. Karena Wajib itu pula berarti, yang paling Allah hendaki bagi seorang hamba untuk lakukan sebelum amalan lainnya.

Seseorang tidak bisa disebut ahli dalam melaksanakan shalat sunnah karena shalat rawatib yang senantiasa ia lakukan, apabila shalat fardhu lima waktu justru ia tinggalkan. Shalat fardhu adalah yang paling pertama dihisab saat hari kiamat, sedangkan shalat rawatib tidak menjadi dosa walaupun ia ditinggalkan. Shalat Nawafil sebagaimana namanya adalah tambahan dari shalat fardhu.

Rasulullah pernah melarang seorang sahabat yang memberi wasiat untuk mengeluarkan seluruh, kemudian sebagian hartanya untuk Islam. Hal itu rasulullah lakukan demi menjaga keluarga yang ia tinggalkan agar tidak dalam keadaan lemah, dan terlantar sepeninggalnya kelak. Rasulullah menenangkan, bahwa nafkah kepada keluarga itu pun merupakan sedekah baginya. Demikianlah kewajiban seorang ayah terhadap istri dan anak-anaknya.

Hadirin sidang jum’at yang berbahagia

Maka diikutilah amalan wajib itu dengan amalan-amalan sunnah yang dilazimkan, yang terus menerus dilakukan sehingga menjadi kebiasaan. Timbul perasaan ganjil dalam hati, bila yang harus itu tidak diikuti dengan yang dianjurkan. Beribadah tidak lagi karena terpaksa, namun telah meningkat menjadi syukur dan kerelaan.

Abu Bakar ash-Shidiq adalah sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah, bahkan di antara sahabat-sahabat besar lainnya. Sehingga Rasulullah bersabda apabila Ia boleh mengangkat seorang ‘khalil’ maka Abu Bakar lah orangnya. Demikian keistimewaan Abu Bakar bagi Nabi.

Cinta Allah terhadap hambanya, menjadikan hamba itu mendapat kedudukan dan perlakuan yang istimewa. Diantara perlakuan yang istimewa itu adalah Allah menjaga pendengaran hambanya, sehingga nyaman mendengar kebaikan dan terganggu mendengar keburukan. Dekat dengan suara yang menjadikan pahala, dan jauh dari segala bentuk bunyi yang menghasilkan dosa. Allah menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk memandang, kemanapun ia pergi, tak ada yang ia lihat kecuali apa yang Allah ridha untuk ia lihat saja. Begitu pula dengan tangan dan kakinya. Setiap apa yang ia lakukan, dan kemanapun ia pergi senantiasa berada dalam penjagaan dan tuntunan Allah.

Hadirin sidang jum’at rahimakumullah

Kita ingin mendekat dan mendapat cinta Allah. Alangkah indah perlakuan Allah terhadap orang yang Ia cintai. Telah terang jalan yang harus ditempuh untuk meraihnya. Mudah-mudahan Allah menganugerahkan istiqamah dalam kita menghamba kepadaNya.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتُهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

 KHUTBAH KEDUA

اْلحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلهَ إِلاَّاللَّهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

اْلحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِميْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ فَيَاقَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ عِلْمًا نَفِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

sumber : https://suaramuhammadiyah.id/2022/12/29/untuk-mendekat-dan-mendapat-cinta/